Glosarium
Istilah epoxy lantai, dijelaskan singkat.
Dari istilah dasar sampai yang sering muncul di penawaran dan lembar data teknis.
- Agregat anti slip
- Butiran seperti pasir silika atau aluminium oksida yang ditambahkan ke lapisan untuk membuat permukaan bertekstur.
- Antistatik (ESD)
- Lantai yang dirancang menyalurkan muatan listrik statis, dipakai di ruang elektronik dan area sensitif.
- Blister
- Gelembung atau lepuhan di bawah lapisan epoxy akibat udara, uap air, atau zat lain yang terjebak.
- Body coat
- Lapisan utama sistem lantai yang memberi ketebalan dan kekuatan. Bisa berupa coating, self-leveling, atau mortar.
- Coving
- Lengkungan lapisan lantai yang naik ke dinding sehingga sudut tanpa sambungan dan mudah dibersihkan.
- Crosslinking
- Proses rantai molekul resin dan hardener saling mengikat saat cure, membentuk jaringan keras.
- CSP
- Concrete Surface Profile, skala ICRI untuk mengukur kekasaran permukaan beton, dari CSP 1 (sangat halus) sampai CSP 10 (sangat kasar).
- Cure
- Proses pengerasan lewat reaksi kimia sampai lapisan mencapai sifat akhirnya. Berbeda dari sekadar kering.
- Delaminasi
- Lepasnya lapisan dari substrat atau antarlapis, tampak sebagai pengelupasan.
- DFT
- Dry Film Thickness, ketebalan lapisan setelah kering atau cure, biasanya dalam mikron atau mm.
- Epoxy
- Resin dua komponen (resin dan hardener) yang mengeras lewat reaksi kimia menjadi lapisan keras dengan daya rekat dan ketahanan kimia tinggi.
- Epoxy mortar
- Campuran resin epoxy dengan agregat yang diratakan dengan trowel. Dipakai untuk area beban berat dan perbaikan beton.
- Grinding
- Pengasaran permukaan beton dengan piringan intan untuk membuang lapisan lemah dan membentuk profil yang bisa digigit pelapis.
- Hardener
- Komponen pengeras yang dicampur dengan resin epoxy. Rasio campuran harus sesuai petunjuk produsen agar reaksi sempurna.
- Hot tire pickup
- Kerusakan saat ban panas menempel dan menarik lapisan lantai, sering terjadi pada lapisan yang kurang tahan panas atau belum cure penuh.
- Isosianat
- Bahan reaktif pada polyurethane dan polyurea. Bereaksi dengan air, sehingga kelembapan berlebih saat aplikasi bisa menimbulkan gelembung.
- Laitance
- Lapisan tipis lemah dan bertepung di permukaan beton baru yang harus dihilangkan sebelum pelapisan.
- Moisture vapor
- Uap air yang naik dari tanah melalui beton. Bila tertahan lapisan kedap, dapat menyebabkan lepuhan dan pengelupasan.
- Outgassing
- Keluarnya udara dari pori beton saat suhu naik, yang bisa menembus epoxy yang sedang cure dan membentuk gelembung.
- Polyaspartic
- Jenis polyurea alifatik yang cure cepat dan stabil terhadap UV. Waktu kerjanya pendek.
- Polyurea
- Pelapis hasil reaksi isosianat dengan amina. Cure sangat cepat, lentur, dan sering diaplikasikan dengan semprot dua komponen untuk waterproofing dan lapisan khusus.
- Polyurethane (PU)
- Pelapis hasil reaksi isosianat dengan poliol. Lebih lentur dan lebih tahan gores serta UV dibanding epoxy, sering dipakai sebagai topcoat.
- Pot life
- Waktu kerja sejak komponen dicampur sampai bahan terlalu kental untuk diaplikasikan.
- Primer
- Lapisan pertama yang meresap ke pori beton dan menjadi jembatan antara beton dan lapisan di atasnya.
- R-rating
- Kelas ketahanan slip menurut DIN 51130, dari R9 sampai R13. Semakin tinggi, semakin besar grip pada kondisi licin.
- Recoat window
- Rentang waktu di mana lapisan berikutnya boleh diaplikasikan di atas lapisan sebelumnya agar menempel kuat tanpa perlu dikasarkan.
- SDS
- Safety Data Sheet, lembar data keselamatan yang menjelaskan bahaya dan penanganan bahan.
- Self-leveling
- Epoxy berviskositas rendah yang dituang dan meratakan dirinya menjadi permukaan datar, umumnya setebal 1 sampai 3 mm.
- Shot blasting
- Metode membersihkan dan mengasarkan beton dengan menembakkan butiran baja, efisien untuk area luas.
- TDS
- Technical Data Sheet, lembar data teknis produk yang memuat rasio campuran, suhu aplikasi, waktu cure, dan konsumsi bahan.
- Titik embun
- Suhu di mana uap air di udara mengembun. Suhu substrat perlu cukup di atas titik embun saat aplikasi agar permukaan tidak berembun.
- Topcoat
- Lapisan akhir yang menentukan ketahanan gores, kilap, warna, dan kemudahan pembersihan.
- Uji pendulum (PTV)
- Pengujian gesekan permukaan dengan alat pendulum. Nilai PTV yang lebih tinggi menunjukkan risiko slip lebih rendah.
- Waterproofing
- Sistem pelapis kedap air untuk atap, kolam, atau area basah. Polyurea dan membran khusus banyak dipakai.
Tidak ada istilah yang cocok.