NoisyLab

Cat Epoxy Lantai di Atas Keramik: Bisa dan Caranya

Epoxy bisa dipakai di atas lantai keramik asal keramiknya masih menempel kuat dan permukaannya disiapkan. Ini langkah, batasan, dan risikonya.

Okky Noisy Diperbarui 3 menit baca

Daftar isi
  1. Kapan epoxy di atas keramik masuk akal
  2. Kapan sebaiknya jangan
  3. Langkah persiapan
  4. Perhatikan area basah dan luar ruangan
  5. Berapa bahan yang dibutuhkan?
  6. Pertanyaan umum

Bisa, lantai keramik boleh dilapisi epoxy tanpa membongkar keramiknya, dengan satu syarat besar: keramik masih menempel kuat dan permukaannya disiapkan agar lapisan baru bisa menggigit. Keramik berglasir sangat halus dan menolak lapisan apa pun yang tidak disiapkan, jadi di sinilah kebanyakan pekerjaan gagal.

Kapan epoxy di atas keramik masuk akal

  • Keramik masih utuh dan menempel rata
  • Kamu ingin tampilan seragam atau lantai yang lebih mudah dibersihkan, misalnya untuk garasi, dapur servis, atau area usaha
  • Membongkar keramik terlalu mahal atau mengganggu

Kapan sebaiknya jangan

  • Ada keramik yang kopong atau retak. Lapisan epoxy akan ikut retak bila alasnya bergerak. Ketuk permukaan: suara kopong berarti keramik sudah lepas dari adukan.
  • Lantai sering terendam atau lembap dari bawah, karena uap air dapat mendorong lapisan hingga melepuh.
  • Kamu mengharapkan permukaan benar-benar mulus tanpa garis nat, tetapi tidak mau menutup nat. Lihat bagian di bawah.

Langkah persiapan

  1. Periksa keramik. Ketuk satu per satu. Keramik kopong diganti atau diperbaiki dulu.
  2. Bersihkan lemak dan kotoran dengan pembersih degreaser, lalu bilas dan keringkan. Minyak dan sabun sisa membuat lapisan tidak menempel.
  3. Kasarkan permukaan. Glasir keramik harus diamplas atau digerinda ringan dengan alat yang sesuai agar permukaannya tidak licin lagi. Tanpa langkah ini daya lekat sangat rendah.
  4. Tangani garis nat. Alur nat akan tetap terlihat di balik lapisan tipis. Untuk hasil rata, nat diisi dan diratakan dengan material yang cocok, atau permukaan dilapisi sistem yang lebih tebal seperti self-leveling.
  5. Bersihkan debu sisa gerinda. Debu adalah penyebab lepas yang sering diabaikan.
  6. Aplikasikan primer yang sesuai untuk permukaan licin atau tidak berpori. Primer ini berbeda dari primer untuk beton. Pilih sesuai rekomendasi produsen untuk keramik.
  7. Lanjutkan dengan lapisan epoxy dan topcoat sesuai spesifikasi.

Prinsipnya sama dengan beton: lantai yang bersih, kering, dan kasar menempel paling baik. Bedanya, keramik tidak berpori, jadi kerja kasarnya harus lebih disengaja. Untuk dasar-dasarnya lihat persiapan permukaan beton.

Perhatikan area basah dan luar ruangan

  • Kamar mandi atau area basah: permukaan epoxy mengilap bisa sangat licin bila basah. Pertimbangkan tambahan anti slip, lihat lantai epoxy anti slip.
  • Teras atau area kena matahari: epoxy cenderung kusam dan menguning oleh UV. Gunakan lapisan penutup tahan UV, lihat epoxy vs polyurethane vs polyurea.

Berapa bahan yang dibutuhkan?

Karena permukaan keramik tidak menyerap, konsumsi bahan lebih dekat ke angka teoretis daripada di beton berpori. Cara menghitungnya ada di epoxy lantai 1 liter untuk berapa meter.

Pertanyaan umum

Apakah cat epoxy lantai bisa langsung dioles di atas keramik?

Tidak disarankan. Tanpa degreasing, pengasaran glasir, dan primer yang sesuai, lapisan akan mudah mengelupas.

Apakah garis nat keramik akan terlihat setelah dicat epoxy?

Ya, pada lapisan tipis alur nat tetap terlihat. Untuk permukaan rata, nat harus diisi dulu atau dipakai sistem yang lebih tebal.

Lebih baik dibongkar atau dilapis epoxy?

Bila keramik kuat dan rata, melapis biasanya lebih cepat dan murah. Bila banyak yang kopong atau retak, bongkar atau perbaiki alasnya lebih dulu.

Punya proyek lantai

Ceritakan kebutuhanmu.

Isi formulir singkat. Kamu bisa memilih hanya mengisi survei, atau dihubungi kontraktor mitra di wilayahmu.

Ajukan Kebutuhan
ON

Okky Noisy membahas lantai epoxy di YouTube dan menyusun portal ini. Isi artikel bersifat informasi umum, rujuk lembar data teknis produk untuk keputusan teknis. Tentang penulis

Baca juga